bertengkar - September 29, 2025

Luka di Antara Glodok dan Asemka

  Luka di Antara Glodok dan Asemka Di antara Glodok dan Asemka terkulai lemas langkah-langkah pegulat ibukota Mengenang hari-hari penuh kem...

Shares
air mata - September 29, 2025

Bertahan dalam Permainan

  Bertahan dalam Permainan Hari ini kau melihat lampu-lampu kota yang kau singgahi runtuh kau berjalan menjauhi keramaian, meninggalkan per...

Shares
ambisi - September 28, 2025

Kau yang Membanggakan Penderitaan

  Kau yang Membanggakan Penderitaan Jika lampu di rumahmu lebih lama padam daripada rumah tetangga, apakah kau bangga menceritakannya? ...

Shares
ambisi - September 24, 2025

Bukankah Lebih Baik Menjadi Nyamuk?

  Bukankah Lebih Baik Menjadi Nyamuk? Di antara malam yang gelap, digelapkan lagi oleh bayang tubuh, mereka beterbangan, mencari lahan h...

Shares
air mata - September 20, 2025

Matahari yang Terbit Di Saat Gerhana

  Matahari yang Terbit Di Saat Gerhana Ya, rumput tetap tumbuh. Hewan-hewan pun bereproduksi. Namun bukankah itu garis batas minimum— se...

Shares
bunga - September 03, 2025

Berdiri di Antara Perasaan dan Penderitaan

  Berdiri di Antara Perasaan dan Penderitaan Aku mencintai pohon hingga ke daun-daunnya, menyentuh batangnya, menebak luka-luka yang lama ...

Shares
bertengkar - September 03, 2025

Kelak, Kau pun Akan Membuat Seseorang Menderita

Kelak, Kau pun Akan Membuat Seseorang Menderita Hari ini kau melihat orang menebang pohon, peternak menjual sapi, nelayan memisahkan ikan ...

Shares

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.

Popular Posts

Awal Cerita

Pintu Masuk

  Pintu Masuk tempat segala tangan yang beriman mengetuk. Menyayat awan-awan itu, yang terbang di atas tengkorak kepalamu, menguapkan har...