Mari Berteduh, Hujan Ingin Kita Bertemu Di atap berair, riuh, dan penuh dengan kilatan memadu sebuah pembicaraan, tanpa ekspektasi "M...
Bait Enam: Kini Aku Sudah Mulai Lupa dengan Bentuk Wajahnya
Entah mengapa waktu itu tempat mempertemukan dua kepala
di antara enam benua dan luasnya samudera, di antara milyaran manusia
ia memilihmu untuk mempertemukannya denganku
langkah-langkah menembus setiap yang mati, merasakan rasanya diterima
saat keadaan masih demikian, kita beranjak menciptakan tujuan
lagi, ia menjauhkan sekat di antara dahi kita,
"Ku pikir semuanya telah berakhir, tetapi pertemuan yang kesekian menyatakan lain."
Kembali, kita kembali tak terjangkau di mata, tak tersentuh di raga
lebih lama, lebih jauh, ku rasa kini aku sudah lupa dengan bentuk wajah itu
mungkinkah semuanya sudah berakhir?
Atau pertemuan di waktu lain akan menyulam kembali luka sobek yang telah kau sayat di tubuh ini
perlu digarisbawahi,
dari yang ku alami, sepertinya lelah ini telah beranjak darimu, tapi tubuh ini tidak pernah benar-benar bisa berhenti menemuinya di waktu tidur umat manusia
mungkin ia tidak ingin kita bertemu
ia hanya ingin agar aku rutin menemuinya di malam-malam itu
meski ia tahu, bahwa pertemuanku dengannya saat ini masih untuk memintamu menemuiku sebelum esok pagi
Bait Enam: Kini Aku Sudah Mulai Lupa dengan Bentuk Wajahnya Entah mengapa waktu itu tempat mempertemukan dua kepala di antara enam benua d...
Ketahuilah Porsi Air Masing-Masing
Mungkin pernah terbesit di benak kita,
"Mereka bahagia sekali, tidak ada yang membebankan."
Wajar saja, karena cermin selalu menggambar apa yang terlihat di depan
bisa saja kita semua tidak menyangka
bahwa di timba itu, ada satu sisi yang bocor
berlubang kecil, sedang, atau juga sayatan panjang yang terabai
jangan pernah berkecil hati, setiap orang memiliki porsi airnya masing-masing
tugas kita sebagai pengelana hanya perlu bersyukur atas kemarau atau hujan hari ini
tidak perlu melihat ke kanan dan ke kiri, membandingkan bentuk permadani, lalu menyalahkan diri sendiri
bejana kita tercipta dengan ukuran masing-masing
mereka yang terlihat gemuk mungkin sesak, mereka yang terlihat kurus mungkin gesit, serta mereka yang terlihat body goals mungkin saja tertanam peluru di antara lekuk tubuhnya
berhentilah sampai di sini, untuk tidak lagi mengkomparasi takdirmu sendiri
Ketahuilah Porsi Air Masing-Masing Mungkin pernah terbesit di benak kita, "Mereka bahagia sekali, tidak ada yang membebankan." W...
Ke Mana si Adil Pergi?
Hari ini kembali kita tutup dengan pembelajaran,
"Kebahagiaan yang hadir, datang dari setiap keikhlasan."
Kehadiran kebahagiaan tidak pernah berpaling dari ketidakadilan yang diterima dengan lapang dada
biarlah kemarau dilihat orang banyak. Biarlah sumber air itu tertutup tanpa pernah terlihat
aku kembali bercakap dengan Sang Guru:
wahai esok, telah kuselesaikan hari ini, meskipun tidak sesempurna perintahmu.
Biarlah ia mengoreksi dengan menunda imbalan yang seharusnya kita terima
biarlah kita menjadi apa yang ia minta
mungkin, pertanyaan terkait ketidakadilan-Nya masih berputar-putar di rumah masing-masing
biarlah, bukan urusan kita, kita harus berhenti mencampuri urusan-Nya
tiada yang lebih baik dari skenario hari ini:
skenario yang terlihat timpang di mata pendosa, dan mungkin sempurna di mata sang pencipta.
Ke Mana si Adil Pergi? Hari ini kembali kita tutup dengan pembelajaran, "Kebahagiaan yang hadir, datang dari setiap keikhlasan."...

