Berita Buruk yang Kau Buat Sendiri Aku berlalu di ujung penantian itu. Meranggas, lalu membusuk dalam keterlantaran. Sementara dirimu me...
Jika Kita Memang Sepasang Tangan
Jika kita memang sepasang tangan, duri-duri mawar akan meranggas dengan sendirinya.
Kau ingat, dulu kita pernah menenggelamkan diri bersama.
Kau yang menjauh, aku yang mengayuh.
Aku yang menjauh, dan kau yang tertimpa peluh.
Pilihan hatiku adalah berhenti padamu. Namun, semua keraguan itu adalah tembok besar yang kokoh.
Aku menunggumu di dinding stasiun hari ini,
dan mungkin saja kau sedang bergegas untuk kembali.
Atau tidak.
Ketika dua orang keras kepala saling menunggu tanpa bertindak,
yang tersisa hanyalah percakapan bisu yang berakhir terisak.
Jika Kita Memang Sepasang Tangan Jika kita memang sepasang tangan, duri-duri mawar akan meranggas dengan sendirinya. Kau ingat, dulu kit...
Menyembah Perjalanan, Bersujud pada Kepulangan
Aku menyembah perjalanan,
yang berpulang sebagai puncak tujuan.
Bujuk dan rayumu yang meluruhkan,
menjadikan pakaian itu terbengkalai,
juga sisa-sisa pelikmu.
Kau yang memilih, bukan?
Meninggalkan rangkaian dengan tanda, atau bahkan luka.
Mengambil duka yang sengaja ditinggalkan.
Mengais ketidakbiasaan, ketidakbisaan.
Biarkan aku memamerkan lukaku.
Biarkan mereka tahu,
bahwa dikau yang terkenang dalam ayat-ayat ini.
Menyembah Perjalanan, Bersujud pada Kepulangan Aku menyembah perjalanan, yang berpulang sebagai puncak tujuan. Bujuk dan rayumu yang mel...

