Terbunuhnya Anak-Anak Setiap akhir melahirkan kesedihan yang berbeda-beda ia hidup di dalam pengharapan, yang setiap harinya membunuh anak...
Terbunuhnya Anak-Anak
Setiap akhir melahirkan kesedihan yang berbeda-beda
ia hidup di dalam pengharapan, yang setiap harinya membunuh anak-anak
dan ketika hasrat tak lagi mendapat pengakuan, aku menyemangati diriku dengan berpikir bahwa semuanya benar
mungkin saja di benak kita terbesit suatu pertanyaan:
tentang ajal yang ditunda, tentang kelahiran yang dipercepat.
Tapi ini bukan tentang bernapas, makan, minum, atau membelah diri
tetapi tentang perpanjangan kekuasaan, tentang membunuh ketidaksanggupan
lagi, seorang anak kembali terpenggal oleh penderitaan orang tua yang telah lama memohon pengampunan
juga tentang pribadi yang merasa mengalah adalah satu-satunya pilihan
biarkan melainkan menjelma kemunafikan, dan terpatri dalam nurani yang berlari menghindari mimpi
Terbunuhnya Anak-Anak Setiap akhir melahirkan kesedihan yang berbeda-beda ia hidup di dalam pengharapan, yang setiap harinya membunuh anak...
Aku adalah Afif, atau siapapun itu. Aku adalah apapun, terserah inginmu.
Get an email of every new post! We'll never share your address.
Pintu Masuk tempat segala tangan yang beriman mengetuk. Menyayat awan-awan itu, yang terbang di atas tengkorak kepalamu, menguapkan har...