Bait Tujuh: Bagaimana Bisa Aku Tidak Mempedulikanmu? Perkara-perkara yang penuh di atas langit, membuat getir setiap air yang turun atauka...
Tengah Malam Itu Berisik
Aku menyaksikan bagaimana hidup dihancurkan oleh sebuah malam
menyadari akan penuhnya air mata dikeringkan oleh seorang gengsi
mencederai tiap-tiap langkah, demi menemukan perbedaan dalam pilihanmu
aku mengenang semua usaha itu: mereka yang gulung tikar di makan seragam.
Bolehkah kau ku jemput dengan sepeda usang?
Walau biasanya kau diantar dengan iringan kereta kuda
kalau memang iya, akan ku segerakan berpakaian
agar nanti saat milik kita tertanggal, tidak terbawa bau penderitaan ke-kemegahanmu
segera kabari aku,
bukan lewat telepon, bukan juga melalui surat
cukup kecutkan dagu manismu, kepada tiap-tiap pria yang mencoba mendekat
sudah? Sekarang ucapkan selamat tinggal pada istanamu
aku juga sudah mendapat izin dari walimu
kini, mari kita mulai dengan berjalan kaki
terima kasih telah mau membersamaiku untuk menanam padi di ladang yang baru
Tengah Malam Itu Berisik Aku menyaksikan bagaimana hidup dihancurkan oleh sebuah malam menyadari akan penuhnya air mata dikeringkan oleh s...

