Celakanya Menantang Rembulan
Jauh di tengah laut, tinggal sebuah rembulan
cahaya temaram yang meninggikan, yang memabukkan
sementara kapal-kapal nelayan pergi berlayar menantang rembulan
lampu-lampu kapal menyala, memakan sumbu penuh berisikan minyak
mereka berkumpul untuk menutup cahaya rembulan
jauh di tengah laut, rembulan memanaskan air-air laut
meninggikan ombak yang mampu menghabisi kapal-kapal nelayan
sementara cahaya lampu-lampu kapal berkumpul melawan rembulan
mereka berkeyakinan dapat merendahkan ombak
Di malam penghabisan itu, langit malam menangkap cahaya kapal-kapal yang berlayar, sehingga para nelayan tidak dapat melihat cahaya rembulan
mereka bersorak sorai. Meyakini bahwa rembulan telah kalah dan ombak telah ditaklukan
akan tetapi,
ombak semakin meninggi
padahal cahaya rembulan tidak lagi tampak di mata mereka
celakalah kapal-kapal itu, nelayan-nelayan itu, lampu-lampu itu, minyak-sumbu itu
mereka dapat memadamkan cahaya rembulan, pikirnya
mereka dapat menjinakkan ombak, pikirnya
rembulan tidak melarikan diri, apalagi menghilang
rembulan hanya tertutup cahaya lampu kapal yang membutakan mata para nelayan
sekalipun rembulan padam, ombak akan tetap meninggi
karena rembulan tak butuh cahaya
cahayalah yang butuh rembulan
karena rembulan tidak menggunakan cahayanya untuk meninggikan laut
lautlah yang meninggi ketika rembulan menyambanginya
ombaklah yang butuh rembulan
Celakanya Menantang Rembulan Jauh di tengah laut, tinggal sebuah rembulan cahaya temaram yang meninggikan, yang memabukkan sementara kapal...


