Menanam Pohon di Tengah Samudera "Perahuku akan terus melaju." Barangkali ayat itulah yang telah membuatku berani melangkah sa...
Belajar Berenang
Saat kita masih kanak-kanak, rasa-rasanya kita tak mengerti apa itu kedalaman, apa itu kolam khusus anak-anak
barangkali ada juga yang pernah meremehkan kolam 1,5 meter. Padahal tinggi kita saat itu belum sebegitunya
lalu secara sembarang kita melompat, membuat semua yang melihat berteriak, membuat yang sedang mengantre perosotan pergi meninggalkan barisannya demi mencari sumber keramaian
begitulah awal pembelajaran hidup manusia
mereka meremehkan, lalu tenggelam, baru belajar
demikian denganku.
Barangkali di antara kita ada yang sudah setinggi pohon kelapa. Walau ada pula yang masih tampak cebol, sehingga kerap dijuluki si "botol yakult"
namun, apakah akan ada jaminan jika di antaranya ada yang berenang di tengah laut lantas akan selamat karena menapak?
kita harus belajar berenang, dan kita butuh berenang untuk belajar
demikian denganku.
Saat ini, aku kembali belajar berenang. Padahal tampaknya sudah cukup lihai untuk sekadar mengambang
tapi siapa sangka?
aku masih termegap-megap karena dimakan megahnya kolam baru itu
untungnya, aku tidak langsung melompat. Ku tapak dari pinggir kolam, perlahan dan perlahan
maaf jika aku terlihat memalukan, aku masih belajar berenang
Belajar Berenang Saat kita masih kanak-kanak, rasa-rasanya kita tak mengerti apa itu kedalaman, apa itu kolam khusus anak-anak barangkali ...
Kebahagiaan yang Datang Lebih dari Sekadar
Aku adalah ikan, aku butuh lumut untuk dimakan
aku adalah ikan, aku butuh sedikit gelombang untuk menggaruk punggungku
aku adalah ikan, yang pada akhirnya akan tetap mati, tapi tidak menolak untuk menciptakan kehidupan yang baru dari telur-telurku sendiri
jika dapat diandaikan, manusia juga bak ikan
mereka butuh makan
mereka butuh perawatan
dan mereka butuh keluarga untuk diperjuangkan
akan tetapi, alangkah bahagianya seekor ikan
jika ikan itu adalah cupang, kebahagiaannya datang dari air yang bergerak tenang
jika ikan itu adalah salmon, kebahagiaannya datang dari air yang bergelombang
bukankah kita sama seperti ikan?
kita perlu sesuatu yang tidak hanya sekadar menghasilkan makan, membeli alat perawatan tubuh, atau tubuh lain yang datang untuk kita temani sejauh mungkin
kita butuh kebahagiaan itu
aku telah kembali menemukan habitatku
habitat yang sudah lama ku elu-elukan, ku rindukan
airku: impianku, cita-citaku, harapanku, dan apapun itu yang berbau pengorbanan
pengorbanan yang tidak lagi membicarakan soal materi, kebahagiaan yang tidak dapat dideskripsikan kepada ikan-ikan yang lain
untuk airku, yang sebelumnya kuhindari, tapi tidak pernah ku benci.
Kebahagiaan yang Datang Lebih dari Sekadar Aku adalah ikan, aku butuh lumut untuk dimakan aku adalah ikan, aku butuh sedikit gelombang unt...


