Bait Dua: Jika Kita Memang Sepasang Tangan
Mei 12, 2023Jika Kita Memang Sepasang Tangan
Jika kita memang sepasang tangan, duri-duri mawar akan meranggas dengan sendirinya.
Kau ingat, dulu kita pernah menenggelamkan diri bersama.
Kau yang menjauh, aku yang mengayuh.
Aku yang menjauh, dan kau yang tertimpa peluh.
Pilihan hatiku adalah berhenti padamu. Namun, semua keraguan itu adalah tembok besar yang kokoh.
Aku menunggumu di dinding stasiun hari ini,
dan mungkin saja kau sedang bergegas untuk kembali.
Atau tidak.
Ketika dua orang keras kepala saling menunggu tanpa bertindak,
yang tersisa hanyalah percakapan bisu yang berakhir terisak.

0 Comments