, , , , ,

Berdiri di Antara Perasaan dan Penderitaan

September 03, 2025


 

Berdiri di Antara Perasaan dan Penderitaan

Aku mencintai pohon hingga ke daun-daunnya,
menyentuh batangnya, menebak luka-luka yang lama ia simpan.

Aku memerhatikanmu seperti aku memerhatikan pohon itu:
memilih mencintaimu meski tahu derita yang menanti,
memilih menjadi angin yang menyentuhmu
tanpa pernah kau sadari.

Jika kau bermekaran, kubawa serbuk sarimu ke tempat terindah.
Jika kau berguguran, kusambut daun-daunmu pertama kali.
Jika kau mengering, kuhadirkan hujan.
Jika kau membusuk, kutopang sisa-sisamu.

Dan bila kau berkata ini bukan cinta,
aku tidak peduli.

Biarlah kepedulian ini menjadi tak berarti, apabila nanti salamku kau sambut dengan perasaan yang sudah mati.


Hatimu Mungkin Butuh Ini

0 Comments

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.

Popular Posts

Awal Cerita

Pintu Masuk

  Pintu Masuk tempat segala tangan yang beriman mengetuk. Menyayat awan-awan itu, yang terbang di atas tengkorak kepalamu, menguapkan har...