, , , , , , , , , , , , ,

Bahan Bakar dalam Pelarian

Juli 09, 2025


 

Bahan Bakar dalam Pelarian

Pada kenyataannya, aku ini hanyalah petualang miskin,
bermodal nekat untuk membakar dana darurat
demi pikiran yang tengah sekarat.

Karenamu, aku berjalan jauh ke hutan,
menaiki ketinggian demi ketinggian,
berharap kepergian menjadi obat,
dan pulang kepadamu adalah ketidakmungkinan.

Aku merelakan tubuhku ditikam malam,
dimakan seribu pertanyaan yang mengubah lelah menjadi kilas nestapa.

Aku berjalan di batas keterpurukan,
melewati jembatan ingatan yang sulit dilupakan,
sulit pula diluapkan,
sementara di antara ujung-ujung jembatan itu
tertelan ketinggian dan kedalaman,
bersama keyakinan bahwa aku masih bisa berjalan sendirian.

Jika kau menyakiti tubuhku,
akan kujadikan kaki ini melupakan lukanya dengan mendaki.
Jika kau menyakiti logikaku,
akan kujadikan puncak sebagai panggung prestasi.
Dan jika kau menyakiti perjalanan ini,
akan kujadikan kepulanganku dengan selamat
sebagai bukti—
bahwa kau telah benar-benar pergi.

Hatimu Mungkin Butuh Ini

0 Comments

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.

Popular Posts

Awal Cerita

Pintu Masuk

  Pintu Masuk tempat segala tangan yang beriman mengetuk. Menyayat awan-awan itu, yang terbang di atas tengkorak kepalamu, menguapkan har...