, ,

Aku adalah Abu, yang Terabai di Langit

Desember 10, 2022


 

Aku adalah Abu, yang Terabai di Langit

Aku adalah abu,
terbang menari di depan wajahmu yang sayu.

Kau meniupku dengan maksud membinasakan,
berlaga acuh dalam rekayasa atas nama kepalsuan.

Aku adalah abu,
terbang, menangis, mengasihani sepasang yang asing.
Berharap abai sebagai ketiadaan,
berharap abai hanya milik langit.

Aku adalah abu, menjelma menjadi kepedulian, dan masuk ke dalammu.
Aku mengetuk bendungan itu di matamu yang layu.
Dan maaf—
mencintaimu adalah ibadah bagiku.

Aku adalah abu.
Aku merasa terabai di langit,
tetapi tidak saat terbang di depan wajahmu.

Hatimu Mungkin Butuh Ini

0 Comments

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.

Popular Posts

Awal Cerita

Pintu Masuk

  Pintu Masuk tempat segala tangan yang beriman mengetuk. Menyayat awan-awan itu, yang terbang di atas tengkorak kepalamu, menguapkan har...