Aku adalah Abu, yang Terabai di Langit
Aku adalah abu,
terbang menari di depan wajahmu yang sayu.
Kau meniupku dengan maksud membinasakan,
berlaga acuh dalam rekayasa atas nama kepalsuan.
Aku adalah abu,
terbang, menangis, mengasihani sepasang yang asing.
Berharap abai sebagai ketiadaan,
berharap abai hanya milik langit.
Aku adalah abu, menjelma menjadi kepedulian, dan masuk ke dalammu.
Aku mengetuk bendungan itu di matamu yang layu.
Dan maaf—
mencintaimu adalah ibadah bagiku.
Aku adalah abu.
Aku merasa terabai di langit,
tetapi tidak saat terbang di depan wajahmu.
0 Comments