, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Barangkali Ia Membaca Suratanku

Februari 26, 2025


 

Barangkali Ia Membaca Suratanku

Di penghujung hari, angsa-angsa terbiasa terbang untuk kembali pulang

mereka terbang melalui jalan-jalan, pekarangan-pekarangan, rumah-rumah, serta istana penguasa

karenanya, setiap orang yang ingin mengirimkan pesan dapat dititipkan

karenanya, permaisuri dapat berdoa atas deritanya di dalam istana tanpa ketahuan para penguntit


hari itu adalah hari yang kupikir sama dengan hari-hari lainnya

di mana puluhan ekor angsa akan berpulang melalui yurisdiksi kepemilikanku, rumahku

aku menyegerakan untuk menulis pesan, yang tentunya bukan untuk kekasih, yang tentunya bukan untuk teman, yang tentunya bukan untuk rekan, dan yang tentunya bukan untuk sang permaisuri


di atas kertas, aku menuliskan keluh dan kesah, harapan dan impian, serta rasa senang, sedih, takut, khawatir, jijik, malu, marah, dan terpuruk

saat sampai kepada sajak terpuruk, setetes air membasahi kertas

melunturkan tinta, merusak seluruh tulisan

dan aku melipatnya


ketika penghujung hari tiba, aku membuka pintu rumahku

tidak ada satu pun angsa yang beterbangan

hanya ada awan hitam yang besar


awan hitam yang besar menangisi kediamanku

melunturkan warna di dinding, merusak seluruh pintu dan jendela

dan pemilik-Nya melipatnya

Hatimu Mungkin Butuh Ini

0 Comments

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.

Popular Posts

Awal Cerita

Pintu Masuk

  Pintu Masuk tempat segala tangan yang beriman mengetuk. Menyayat awan-awan itu, yang terbang di atas tengkorak kepalamu, menguapkan har...