Empat Hari yang Membunuh
Januari 20, 2023Empat Hari yang Membunuh
Korek gas menyeringai,
menyulut papir di dalam jiwa yang keras.
Memicu hadirnya kuasa
pada hati yang berisik, penuh tanya.
Memaksa kepala
sibuk menampung jutaan kenyataan
yang menjelma jadi kejutan-kejutan,
meruntuhkan ego
yang selama ini setia pada dedikasi—
dedikasi untuk menolak
entitas bernama perasaan.
Aku dan logika berteman dengan keras,
bersama-sama memprotes kehadiranmu
dan untaian rasa
yang perlahan tumbuh secara organik.
Aku menyerah.
Logikaku runtuh.
Kami gagal mempertahankan idealisme ini.
Sebab, aku menemukan kekalahanku,
ada di kamu.
Kuharap kita bisa saling mengerti,
saling menghargai, saling melindungi,
dan berani untuk saling memiliki.
0 Comments